Banjir di pasar Penajam Paser Utara calon daerah ibu kota Negara Republik Indonesia, apa ini salah tempat....?
Xalimantan, 20.12.021.
Seolah ingin menunjukkan kepada rakyat Indonesia , bahwa pemilihan Letak Ibu Kota Negara yang baru di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur adalah pemilihan yang kurang tepat.
Buktinya dalam kurun waktu satu tahun ini , Kabupaten yang dibanggakan Presiden RI Joko Widodo sebagai calon IKN RI Itu berulang kali banjir besar dan bahkan kondisinya saat ini tidak main main yakni 110 rumah di tiga desa terendam banjir.
Menurut informssi sementara dari BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara , banjir disebabkan curah hujan yang cukup tinggi ditambah air pasang juga tinggi menyebabkan air laut naik ke muara muara sungai dan meluap.
Namun demikian apapun alasanya, salah satu anggota Pansus UU IKN DPR RI Hamid Nor Yasin menyoroti hal ini , wong pindah dari Jakarta alasannya Jakarta sering banjir kok, ini belum pindah malah sudah banjir duluan, ungkap Hamid geli.
Lebih jauh Mantan anggota LSM KALEM di Pacitan ini mengatakan , Sebaiknya Pemerintah tetep mengkaji ulang terkait rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Penajam Kalimantan Timur , alasanya kondisi keuangan Negara belum siap,juga faktor geografi yang perlu dikaji ulang lagi.
Perku diketahui , Hamid Nor Yasin yang juga adik kandung Wakil Walikota Salatiga M.Haris disamping sebagai Anggota Pansus UU IKN DPR RI , juga anggota Komisi V DPR RI tegas menolak rencana Presiden RI Joko widodo pindahkan Ibu kota Negara ke Penajam Kaltim.
.
Lebih jauh Hamid bilang , Sikap Partainya di PKS tetep sama , bahwa Pemindahan Ibu Kota belum mendesak dilakukan sekarang , lebih baik dana yang cukup besr itu digunakan benahi Jakarta yang kini sudah semakin baik dibawah Gubernur Anis Baswedan......( Gustik)